News Update :

Makalah Rantai Makanan (Ekosistem)

Thursday, 2 October 2014



Makalah
Rantai Makanan (Ekosistem)

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Biologi






C O V E R



Di Susun Oleh:

Benny Permana




SMA Negeri 1 Sukagumiwang

Indramayu 2014



Kata Pengantar
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk bekerja bersama untuk menyelesaikan makalah ini yaitu tentang Rantai Makanan (Ekosistem)
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...

Jatibarang, September 2014
Penulis





BAB I
Pendahuluan


1.1  Latar Belakang
Rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan. Rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan, di mana rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas. Panjang rantai makanan ditentukan dari seberapa banyak titik yang menghubungkan antar tingkatan trofik. Pada setiap tahap pemindahan energi, 80%–90% energi potensial kimia hilang sebagai panas, karena itu langkah-langkah dalam rantai makanan umumnya terbatas 4-5 langkah saja. Dengan perkataan lain, semakin pendek rantai makanan semakin besar pula energi yang tersedia.
Rantai makanan pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Arab Al-Jahiz pada abad ke 9, yang lalu dipopulerkan kembali oleh Charles Sutherland Elton pada tahun 1927.
Dalam rantai makanan terdapat tiga macam "rantai" pokok yang menghubungkan antar tingkatan trofik, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit. Ada dua tipe dasar rantai makanan:
Rantai makanan rerumputan (grazing food chain), yaitu rantai makanan yang diawali dari tumbuhan pada trofik awalnya.
Rantai makanan sisa/detritus (detritus food chain), yaitu rantai makanan yang tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritivor.
Pada komunitas laut dalam, banyak organisme yang hidup dari runtuhan materi organik ("salju lautan") yang merupakan akumulasi feses dan/atau sisa tubuh hewan yang hidup dekat permukaan laut. Rantai makanan di tempat tersebut umumnya relatif pendek.
Pada ekosistem yang unik, misal di ventilasi hidrotermal, produsen merupakan bakteri kemosintetik yang mampu mengubah hidrogen sulfida menjadi energi kimia dan bersimbiosis dengan cacing tabung. Cacing lalu dimakan kepiting yang kemudian dimakan oleh gurita.
Secara umum, rantai makanan berperan penting dalam analisis kesehatan ekologi. Akumulasi polutan dan dampaknya pada hewan dapat ditelusuri melalui rantai makanan di dalam ekologi.



BAB II
Pembahasan

2.1 Pengertian Rantai Makanan
Rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan.

2.2 Macam-macam Rantai Pokok
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.
1. Rantai pemangsa, landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
2. Rantai parasit, dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
3. Rantai saprofit, dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri.
Tingkatan dalam rantai makanan disebut juga trofik. Tingkat trofik yang secara mendasar mendukung tingkatan lainnya dalam suatu ekosistem terdiri dari organisme autotrof yang berperan sebagai produsen primer. Berdasarkan komponen tingkat trofik nya, rantai makanan dibedakan menjadi dua, yaitu rantai makanan perumput dan rantai makanan detritus. Rantai makanan perumput merupakan rantai makanan yang diawali dari tumbuhan pada trofik awalnya. Contohnya tumbuhan dimakan belalang, belalang dimakan burung, burung dimakan ular, dan ular dimakan burung elang. Sedangkan rantai makanan detritus tidak dimulai dari tumbuhan, tetapi dimulai dari detritus sebagai trofik awalnya. Contoh rantai makanan detritus adalah seresah atau dedaunan dimakan cacing tanah, cacing tanah dimakan ikan, dan ikan dimakan manusia.
2.3 Rantai makanan perumput

        Suatu rantai makanan dikatakan sebagai rantai makanan perumput apabila tingkat trofi pertama dari rantai makanan tersebut adalah produsen atau tumbuhan hijau, kemudian tingkat selanjutnya adalah herbivora dan selanjutnya adalah hewan karnivora.

Contoh rantai makanan perumput adalah sebagai berikut:

Daun ====> Ulat ====> Burung Gelatik ====> Elang

        Dari rantai makanan diatas, daun adalah tingkat trofi pertama, ulat adalah hebivora, dan tingkat trofi kedua yang biasa disebut konsumen primer. Sedangkan burung gelatik adalah tingkat trofi ketiga atau sering disebut konsumen sekunder. Burung elang pemakan burung adalah tingkat trofi keempat atau sering disebut konsumen puncak.

2.4 Rantai makanan detritus
        Suatu rantai makanan dikatakan sebagai rantai makanan detritus apabila tingkat trofi pertama rantai makanan terdiri dari atas fragmen bahan yang telah terurai. Biasanya ini terjadi ditempat yang kaya bahan organik yang telah mati. Sampah dan zat organik dengan bantuan bakteri dan jamur akan dirombak atau diuraikan secara enzimatis. Sisa peruraian yang berupa fragmen atau bahan hancuran yang disebut detritus. Hewan pemakan detritus adalah detrivora. Detrivora antara lain cacing tanah, lipan, keluwing, kutu kayu, rayap, nematoda, dan larva serangga. Detrivora juga dapat dimakan oleh hewan lain yang besar sehingga terjadilah rantai makanan. Jika detrivoranya berupa cacing tanah, maka pemakan detrivoranya adalah burung, belut, atau katak. Jadi rantai makanan nya adalah sebagai berikut:
Detritus ====> cacing tanah ====> Karnivora (burung, katak, belut)


BAB III
Penutup


Share this Article on :

0 comments:

 

© Indramayu Footballokers 2010 -2011 | Published by Benny Permana | Powered by Footballokers.