News Update :

Makalah Kehidupan Sosial Manusia

Sunday, 12 October 2014



Makalah
Kehidupan Sosial Manusia




C O V E R



Di Susun Oleh:
Benny Permana




SMA Negeri 1 Sukagumiwang
Indramayu 2014



Kata Pengantar
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk bekerja bersama untuk menyelesaikan makalah ini yaitu tentang Kehidupan Sosial Manusia.
Tidak lupa kami ucapkan terimakasih kepada Dosen dan teman-teman yang telah memberikan dukungan dalam menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan teman-teman. Amin...

Jatibarang, September 2014
Penulis




BAB I
Pendahuluan

1.1 Hubungan/Interaksi Sosial
Dalam kehidupan sehari-hari, individu selalu melakukan hubungan sosial dengan individu lain atau kelompok-kelompok tertentu. Hubungan sosial yang terjadi antar individu maupun antar kelompok tersebut juga dikenal dengan istilah interaksi sosial. Interaksi antara berbagai segi  kehidupan yang sering kita alami dalam kehidupan sehari-hari itu akan membentuk suatu pola hubungan yang saling mempengaruhi sehingga akan membentuk suatu sistem sosial dalam masyarakat. Keadaan inilah yang dinamakan proses sosial. Proses sosial yang terjadi dalam masyarakat tentunya tidak selalu berjalan dengan tertib dan lancar, karena masyarakat pendukungnya memiliki berbagai macam karakteristik. Demikian pula halnya dengan interaksi sosial atau hubungan sosial yang merupakan wujud dari proses-proses sosial yang ada. Keragaman hubungan sosial itu tampak nyata dalam struktur sosial masyarakat yang majemuk, contohnya seperti Indonesia.
Keragaman hubungan sosial dalam suatu masyarakat bisa terjadi karena masingmasing suku bangsa memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, bahkan dalam satu suku bangsa pun memiliki perbedaan. Namun, perbedaan-perbedaan yang ada itu adalah suatu gejala sosial yang wajar dalam kehidupan sosial. Berdasarkan hal itulah maka didapatkan suatu pengertian tentang  keragaman hubungan sosial, yang merupakan  suatu pergaulan hidup manusia dari berbagai tipe kelompok yang terbentuk melalui interaksi sosial yang berbeda dalam kehidupan masyarakat.
Keragaman hubungan sosial dapat menimbulkan ketidakharmonisan, pertentangan, pertikaian antarsuku bangsa maupun intern suku bangsa. Jika keselarasan tidak ditanamkan sejak dini, terutama dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia yang memiliki keragaman hubungan sosial, maka dampak negatif tersebut akan menjadi kenyataan. Sebaliknya jika keselarasan dipupuk terutama dalam masyarakat majemuk, maka dampak negatif tersebut
tidak akan terjadi, bahkan keragaman kebudayaan dalam masyarakat majemuk akan menjadi suatu aset budaya yang tak ternilai harganya. Sebagai seorang individu yang hidup dalam bangsa yang terdiri dari beragam suku bangsa dan memiliki keaneragaman budaya, pasti akan mengalami keragaman hubungan sosial.


BAB II
Pembahasan

2.1 Kehidupan Sosial Manusia
2.1.1 Proses Sosial dan Interaksi Sosial
1. Pengertian Interaksi Sosial
Pengertian Interaksi Sosial Secara Bahasa: inter (antar/saling); action (tindakan).
Secara Etimologis: hubungan timbal balik antarsesamanya.
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara antara individu manusia dengan individu lainnya, antara individu dengan kelompok atau antara kelompok dan individu. Menurut Charles P. Loomis, ciri-ciri interaksi sosial adalah:
-          Jumlah pelaku lebih dari satu orang.
-          Komunikasi antarpelaku menggunakan simbol dan lambang.
-          Ada dimensi waktu.
-          Ada tujuan yang hendak dicapai.

2. Syarat terjadinya Interaksi Sosial
Menurut Soerjono Soekanto, interaksi sosial terjadi karena terpenuhinya 2 syarat, yaitu:
a. Kontak sosial
Dalam Sosiologi, kontak sosial dapat terjadi dengan atau tanpa hubungan fisik.
Kontak sosial memiliki sifat-sifat:
-          Bersifat positif jika menghasilkan kerja sama dan bersifat negatif jika menghasilkan pertikaian.
-          Bersifat primer jika pelaku interaksi bertemu muka langsung. Bersifat sekunder jika melalui suatu perantara.

b. Komunikasi
Komunikasi memuat komponen-komponen sebagai berikut:
-          Komunikator : penyampai pesan
-          Komunikan : penerima pesan
-          Pesan : segala sesuatu yang disampaikan komunikator
-          Media : sarana untuk menyampaikan pesan
-          Efek : perubahan yang terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator

Adanya komunikasi menimbulkan kontak sosial. Akan tetapi, adanya kontak sosial belum tentu menimbulkan komunikasi. Interaksi sosial juga dapat terjadi melalui komunikasi nonverbal. Setiap pihak menyadari keberadaan pihak lain yang dapat menyebabkan perubahan perasaan.

3. Jenis-jenis Interaksi Sosial

a.       Interaksi antar individu
b.      Interaksi individu-kelompok
c.       Interaksi antarkelompok

2.1.2 Faktor-Faktor Pendorong Interaksi Sosial
Interaksi sosial dilandasi oleh beberapa faktor, baik dari dalam diri manusia itu sendiri maupun dari luar.
1. Faktor dari dalam manusia meliputi:
-          Dorongan kodrati sebagai makhluk sosial
-          Dorongan untuk memenuhi kebutuhan
-          Dorongan untuk mengembangkan diri

2. Faktor dari luar manusia
a. Imitasi : proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa saja yang dimiliki orang lain. Imitasi bisa membawa dampak positif dan negatif, tergantung dari yang ditiru.
b. Identifikasi : upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain yang ditirunya.
c. Sugesti : rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya sedemikian rupa, sehingga orang yang diberikan sugesti tersebut menuruti apa yang disugestikannya tanpa berfikir lagi secara kritis dan rasional (bersifat negatif).
d. Motivasi : rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lainnya sedemikian rupa, sehingga orang yang diberikan motivasi tersebut menuruti apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab (bersifat positif).
e. Simpati : suatu proses kejiwaan, di mana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau sekelompok orang, karena sikapnya, penampilannya, wibawanya, atau perbuatannya yang sedemikian rupa.
f. Empati: mirip dengan simpati, tapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja tapi dibarengi perasaan yang sangat dalam.

2.1.3 Sosialisasi
1. Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah suatu proses yang membantu individu melalui proses belajar dan menyesuaikan diri, agar ia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.
2.  Tujuan sosialisasi dan peranan sosialisasi
-          Memberikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi kehidupan di masyarakat.
-          Mengembangkan kemampuan seseorang agar dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang lain.
-          Menanamkan nilai-nilai dan norma bertingkah laku sesuai dengan nilai, norma, dan kepercayaan yang ada pada masyarakat.
-          Untuk memahami peranan dan status sosial masing-masing.
-          Sosialisasi mempunyai peranan yang penting dalam membentuk kepribadian atau perilaku.
3. Proses Sosialisasi
Manusia berinteraksi dengan sesamanya melalui proses sosialisasi. Proses sosialisasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
a.         Trial and error; Proses sosialisasi akan menghasilkan dua kemungkinan, yaitu berhasil atau gagal. Keberhasilan dalam menggunakan proses ini disebabkan oleh sifat pribadi seseorang yang supel (mudah bergaul) dan memiliki keunggulan-keunggulan lain. Kegagalan lebih banyak disebabkan karena terdapatnya perbedaan antara masing-masing individu yang tidak mau mengalah.
b.         Conditioning; Proses ini merupakan kelanjutan dari trial and error di mana proses sosialisasi diajarkan terlebih dahulu berdasarkan pengalaman yang menyenangkan/tidak menyenangkan.

Sosialisasi dapat dilakukan oleh berbagai pihak yang disebut media sosialisasi. Media sosialisasi yaitu orang, kelompok, atau lembaga yang mengajarkan pada kita apa yang harus diketahui mengenai semua hal yang diperlukan untuk bisa hidup dalam masyarakat. Dilihat dari siapa yang berperan dalam melakukan sosialisasi, maka sosialisasi dibedakan menjadi:
a.  Sosialisasi primer, yaitu sosialisasi yang paling dasar dan utama. Sosialisasi ini pihak yang paling banyak berperan adalah keluarga.
b.  Sosialisasi sekunder, terjadi setelah sosialisasi primer. Pihak yang berperan adalah di luar keluarga, antara lain sekolah, teman sebaya, dan media massa.
Proses sosialiasi terjadi pada berbagai media sosialisasi, adapun yang menjadi media sosialisasi yaitu:
a.  Keluarga; Merupakan media sosialiasi yang pertama dan utama. Dalam lingkungan keluarga anak mulai diperkenalkan nilai-nilai sosial dan kebudayaan. Dalam sosialisasi ini, orang tua dan anggota keluarga lainnya memiliki peran yang sangat penting untuk mengkomunikasikan segala aspek kehidupan dan kebudayaan si anak dan si anak belajar memahaminya serta berperilaku menurut apa yang diajarkan.
b.  Teman sebaya (teman sepermainan); Melalui media ini, anak mempelajari aturan-aturan yang berbeda dari aturan dalam keluarganya. Anak mulai mengenal dengan orang-orang yang kedudukannya sederajat. Dalam tahap ini pikiran masih bersifat egosentris, sehingga dapat menimbulkan perselisihan dan pertengkaran dengan sebayanya tetapi anak mulai dapat mengembangkan rasa kebersamaan, solidaritas, sportivitas, keberanian, tanggung jawab dan motivasi untuk berprestasi.
c.  Lingkungan sekolah; Melalui media sekolah, anak-anak akan terikat oleh aturan-aturan resmi yang berlaku pada sekolah masing-masing. Melalui sekolah, anak dididik dan dilatih untuk mengembangkan kognitif (pengetahuan), efektif (sikap), dan psikomotorik (keterampilan).
d.  Lingkungan kerja; Melalui media ini seseorang dilatih untuk berinteraksi dengan rekan kerja dan pimpinan. Selain itu, ia juga dituntut untuk menaati peraturan yang ada dalam lingkungan kerjanya, menunjukkan prestasi kerja, dan loyalitasnya. Apabila tidak, maka ia akan mendapat sanksi kerja.
e.  Media massa; Meliputi media cetak dan media elektronik yang merupakan sarana efektif untuk mengkomunikasikan sesuatu kepada masyarakat luas dan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan kepribadian seseorang, khususnya anak-anak. Apabila informasi yang disampaikan bersifat positif, maka akan terbentuk pribadi yang positif. Sebaliknya, apabila ada informasi yang disajikan negatif, maka akan terbentuk pribadi yang kurang baik.



BAB III
Penutup




Share this Article on :

0 comments:

 

© Indramayu Footballokers 2010 -2011 | Published by Benny Permana | Powered by Footballokers.