News Update :

Proposal Penelitian: Pengaruh Tingkat Likuiditas Terhadap Kredit

Thursday, 18 September 2014

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]-->

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Semakin berkembangnya dunia usaha baik dalam bentuk barang maupun jasa, sangat berperan bagi tingkat kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Peran pemerintah dalam mendukung dan membantu lembaga perekonomian dilakukan secara terarah sehingga diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu perusahaan harus dapat menerapkan strategi yang efektif dan efisien, baik dalam penggunaan dana maupun menetapkan sasaran dalam perencanaan operasi perusahaan sehingga produk yang dihasilkan mampu memberikan manfaat bagi konsumen. Dalam menjalankan operasinya perusahaan, dibutuhkan manajemen yang mampu mengatur dan mengembangkan kegiatan usahanya. Oleh karena itu umtuk melihat perkembangan perusahaan saat ini, evaluasi laporan keuangan sering dilakukan oleh sebagian besar perusahaan. Hasil evaluasi yang diperoleh tergantung pada laporan keuangan yang dibutuhkan sehingga dapat diketahui posisi keuangan perusaan. Tingkat likuiditas pada perusahaan dapat dijadikan bentuk hasil evaluasi yang terdapat pada laporan keuangan, apakah perusahaan mampu dalam memenuhi kewajiban-kewajiban yang segera harus dipenuhi.

Keberadaan lembaga keuangan bank saat ini semakin berkembang karena kebutuhan pelayanan akan jasa perbankan bagi masyarakat yang semakin meningkat guna mengembangkan perekonomian dan usaha masyarakat kecil dan menengah. Kegiatan usaha bank adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan deposito serta memberikan kredit bagi masyarakat yang membutuhkan baiuk untuk modal maupun pengembangan usahanya. Dari keadaan diatas, bank harus dapat menjaga sejumlah dana yang telah dipercayakan nasabah dan mampu menyalurkan dalam bentuk pinjaman atau biasa disebut kredit karena kegiatan usaha bank bergantung pada hasil laba yang diperoleh dari perkreditan.
Kepercayaan masyarakat pada bank akan dapat mempengaruhi kelangsungan usahanya. Salah satu ukuran kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank adalah apakah bank setiap saat dapat memenuhi penarikan sejumlah dana yang dilakukan oleh nasabah baik tabungan maupun permintaan kredit yang membutuhkan sejumlah dana yang cukup besar. Untuk menghadapi masalah tersebut, pengelolaan sejumlah uang kas harus benar-benar diutamakan guna menutupi kebutuhan likuiditas yang segera harus dipenuhi. Jika persoalan tersebut tidak dapat dipenuhi maka akan mengurangi tingkat kepercayaan konsumen atau nasabah pada bank, karena tidak dapat memberikan layanan transaksi keuangan yang aman dan cepat.
Masalah likuiditas adalah berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi, seperti halnya perencanaan dan pengelolaan likuiditas menjadi perhatian bagi manajemen bank. Pengelolaan likuiditas bagi suatu bank mengacu pada kemampuan bank menyediakan dana dalam jumlah cukup, tepat waktu untuk memenuhi kewajibannya baik penarikan dana oleh penabung maupun pemenuhan permintaan kredit dari nasabah. Tujuan pemberian kredit bagi bank adalah untuk mendapatkan keuntungan yang optimal serta menjaga keamanan atas dana yang telah dipercayakan nasabah penyimpan dana. Oleh karena itu jumlah pada pos pinjaman yang diberikan merupakan aktiva terbesar bagi sebagian bank. Mengingat pemberian kredit membutuhkan sejumlah dana yang cukup besar maka bank harus dapat mengelola sejumlah alat likuid agar dapat memenuhi semua kebutuhan termasuk kebutuhan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk membahas masalah likuiditas dan perkreditan bank. Untuk itu peneliti mengambil judul ”Pengaruh Tingkat Likuiditas Terhadap Kredit Pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya”.  

1.1 Identifikasi Masalah
Berdasarkan  uraian latar belakang diatas, maka masalah yang dapat di didentifikasi sebagai berikut:
  1. Bagaimana Kondisi keuangan di PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
  2. Bagaimana pengelolaan likuiditas pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
  3. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi tingkat likuiditas pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
  4. Bagaimana tingkat likuiditas pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
  5. Bagaimana kredit pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
  6. Bagaimana pengaruh tingkat likuiditas terhadap kredit pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
 
1.2 Batasan Masalah
Dari identifikasi masalah diatas, penulis membatasi masalah yang akan diteliti pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya sebagai berikut:
1.      Bagaimana tingkat likuiditas pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
 
1.      Bagaimana Kredit pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?
2.      Bagaimana pengaruh tingkat likuiditas terhadap kredit pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya ?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian
Maksud dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan dapat mengetahui tingkat likuiditas serta pengaruhnya terhadap kredit pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui tingkat likuiditas pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya.
  2. Untuk mengetahui kredit pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya.
  3. Untuk mengetahui pengaruh tingkat likuiditas terhadap kredit pada PD Bank Perkreditan Rakyat Kertasemaya.

1.4 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi bagi semua pihak tertentu diantaranya:


1.        Bagi Peneliti
a.      Untuk menambah wawasan dan pengetahuan serta dapat menerapkan teori yang peneliti peroleh dari perkuliahan dalam kenyataan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
b.      Sebagai bahan perbandingan antara teori yang diperoleh dengan kejadian yang sebenarnya.
2.    Bagi Perusahaan
a.      Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dalam mengambil keputusan dimasa mendatang.
b.      Diharapkan dapat membantu dalam penyelesaian masalah yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
3. Bagi Pihak Lain
  1. Diharapkan dapat memberikan informasi guna menambah pengetahuan.
  2. Sebagai acuan dan dapat digunakan oleh peneliti lain dalam melakukan penelitian dengan variabel yang sama.

1.5 Kerangka Pemikiran
Keberadaan lembaga keuangan bank merupakan satu cara untuk mengurangi adanya dualisme ekonomi keuangan. Oleh karena itu semakin tumbuh dan berkembangnya lembaga keuangan bank, masyarakat semakin percaya dalam keamanan (safe) dana yang telah disimpan. Upaya penungkatan dan pengelolaan sejumlah dana dari nasabah merupakan langkah utama bagi sebagian besar bank guna meningkatkan kepercayaan masyarakat pada bank. Sejumlah uang kas yang dimiliki bank setiap harinya merupakan alat yang paling likuid yang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya, baik penarikan dana dari penabung maupun permintaan kredit.
Menurut Bambang Riyanto (2001;25) mengemukakan bahwa:
”Masalah likuiditas adalah berhubungan dengan masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi”.
Dari uraian diatas, maka perusahaan khususnya bank harus dapat menjaga posisi likuiditas dengan pengelolaan sejumlah alat likuid yang dapat digunakan untuk memenuhi tagihan dari nasabah yang datang setiap saat. Kepercayaan masyarakat atau nasabah semakin kuat ketika bank dapat memenuhi penarikan dana yang dilakukan nasabahnya. Seperti halnya permintaan kredit dari nasabah yang memerlukan dana cukup besar, apabila sejumlah uang kas yang tersedia tidak mencukupi maka kredit yang telah diminta tidak dapat dipenuhi.
Menurut Vethzal Rivai dan Andria Permata Veithzal (2006;4) mengemukakan bahwa:
”Kredit adalah penyerahan barang, jasa atau uang dari satu pihak (kreditor/pembeli pinjaman) atas dasar kepercayaan kepada pihak lain (nasabah/pengutang) dengan janji mambayar dari penerima kredit kepada pemberi kredit pada tanggal yang telah disepakati kedua belah pihak”.

Kemampuan bank dalam menjaga dan mengelola likuiditas dengan baik, maka setiap transaksi yang dilakukan dapat terpenuhi tanpa adanya penundaan. Mengingat kredit merupakan suatu kegiatan utama bank maka kebutuhan akan kredit harus selalu diperhatikan. Setiap pemberian kredit yang dilakukan melalui beberapa analisis dan bertahap, karena pendapatan dari kredit diharapkan mampu menutupi semua kebutuhan operasional bank. Tingkat likuiditas yang baik sangat mempengaruhi pemberian kredit yang dilakukan oleh bank.
1.6 Hipotesis
Berdasarkan uraian tersebut diatas, Personal Selling mempunyai pengaruh terhadap kepusan pembelian.
Secara statistik hipotesis penelitian tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
Ho : r = 0 tidak ada pengaruh antara variabel X (Likuiditas) terhadap variabel Y (kredit).
Ho : r ≠ 0 terdpat pengaruh antara variabel X (Likuiditas) terhadap variabel Y (Kredit).

Share this Article on :

0 comments:

 

© Indramayu Footballokers 2010 -2011 | Published by Benny Permana | Powered by Footballokers.