News Update :

Makalah Perairan Indonesia

Friday, 12 September 2014




Makalah
P e r a i r a n
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Geografi







Disusun Oleh:
Benny Permana
SMA NEGERI 1 SUKAGUMIWANG
INDRAMAYU 2014


Kata Pengantar
Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas penulis ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka penulis bisa menyelesaikan sebuah Makalah tentang "Perairan Indonesia"
Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya. Saya mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.
Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu saya mengundang pembaca untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan ini.
Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan sumbangsih positif bagi kita semua. Amin

Indramayu, Juli 2014
Penulis


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dunia. Secara fisik, dia punya panjang garis pantai mencapai 81.000 kilometer dengan jumlah pulau mencapai lebih dari 17.500 pulau. Luas daratan 1,9 juta kilometer persegi, sementara luas perairan 3,1 juta kilometer persegi. Bukan perkara mudah menjaga wilayah seluas itu. Apalagi sebagai negara kepulauan yang letaknya berada di antara dua samudra dan dua benua, Indonesia berbatasan setidaknya dengan 10 negara, mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Australia, Papua Niugini, Timor Leste, Palau, hingga India.
Sepanjang sejarah, wilayah perairan Indonesia berubah-ubah luasnya, sesuai dengan rezim aturan yang berlaku pada masanya. Menurut pakar hukum kelautan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Agus Brotosusilo, pada masa kolonialisasi Belanda, berlaku ketentuan Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO) 1939, yang dijiwai prinsip Mare Liberum (Freedom of The Sea) seorang genius hukum dan juga bapak hukum internasional asal Belanda, Hugo Grotius (1604).
Pada 13 Desember 1957, pemerintah mendeklarasikan Wawasan Nusantara, dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Deklarasi ini menetapkan kawasan perairan di bagian dalam kepulauan Indonesia otomatis menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Indonesia. Sementara itu, ketentuan pengukuran 3 mil dari garis pantai setiap pulau diubah menjadi 12 mil. Lebih lanjut pada April 1982 konsep Wawasan Nusantara diterima menjadi bagian konvensi hukum laut internasional hasil Konferensi PBB tentang hukum laut yang ketiga (UNCLOS).Selain pengukuran 12 mil tadi, juga ditetapkan tentang kawasan ZEE yang cakupannya mencapai 200 mil dari garis pantai setiap pulau.
Untuk kawasan ZEE, kewenangan hanya sebatas mengelola dan memelihara kekayaan alam saja, sementara di wilayah 12 mil tadi Indonesia punya kedaulatan penuh di daratan, perairan wilayah, dan bahkan terhadap tanah di bawah permukaan air dan ruang udara yang ada di atasnya (sovereign rights).
Memahami sejarah sekaligus aturan yang berlaku terkait penentuan teritorial perairan seperti itu adalah keharusan. Agus mencontohkan, Malaysia sebetulnya mengakui dan menjadi anggota UNCLOS. Namun, sejak kemenangan klaim mereka atas Pulau Sipadan dan Ligitan, beberapa tahun lalu, Malaysia semakin percaya diri dan berkeras tetap berpatokan pada peta wilayah yang dibuatnya sendiri tahun 1979 (klaim unilateral).
BAB II
Pembahasan
2.1 Pengertian Perairan
Perairan adalah suatu kumpulan massa air pada suatu wilayah tertentu, baik yang bersifat dinamis (bergerak atau mengalir) seperti laut dan sungai maupun statis (tergenang) seperti danau. Perairan ini dapat merupakan perairan tawar, payau, maupun asin (laut).
2.2. Jenis-jenis Perairan
2.2.1 Air Bawah Permukaan
Air bawah permukaan adalah aliran air di bawah permukaan yang merupakan hasil resapan dari air permukaan.
Air yang meresap ke dalam tanah akan:
   - tertahan sebagian oleh partikel-partikel tanah dan akan menguap kembali ke      atmosfer
   - diserap oleh tumbuhan
   - terus meresap ke bawah sampai pada zona yang pori-pori seluruh tanahnya        terisi oleh air (zona jenuh air atau saturated water) dan membentuk air tanah
Batas teratas dari zona yang jenuh air disebut muka air tanah (water table)
Berdasarkan kadar pengisian butiran air dan udara, daerah di atas muka air tanah dibedakan menjadi:
Wilayah Kapiler
Wilayah funikuler
Wilayah penduler
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah air tanah yang meresap ke dalam tanah:
-          kemiringan topografi
-          sifat batuan
-          intensitas hujan
-          tipe serta jumlah vegetasi yang terdapat pada daerah tersebut


2.2.2 Air Permukaan
Berdasarkan tempatnya, air permukaan dapat ditemukan di danau, sungai, rawa, lautan
Berdasarkan jenis airnya, air permukaan dibedakan menjadi:
a.       Perairan asin, yaitu yang terdapat di laut
b.      Perairan tawar, antara lain terdapat pada:
1.      Danau
Air danau dapat berasal dari air hujan, air sungai, air tanah, dan mata air
Berdasarkan keadaan airnya, danau dapat dibedakan menjadi:
    -  Danau air tawar
    -  Danau air asin
Danau air asin terjadi karena penguapan air danau jauh lebih besar   dibandingkan dengan sumber air yang masuk ke dalam sehingga terjadi        penambahan konsentrasi garam-garaman dan air menjadi asin
Jenis danau berdasarkan proses terjadinya:
 Danau tektonik
 Danau vulkanik
 Danau tektoni-vulkanik
 Danau karst
 Danau glasial
 Danau bendungan

2.      Sungai
Umumnya, air sungai berasal dari air hujan
Daerah Aliran Sungai (DAS) merupakan daerah sumber air sungai yang menjadi tangkapan hujan
Alur Sungai
    Alur sungai dibedakan menjadi:
    -  Bagian hulu
    -  Bagian tengah
    -  Bagian hilir
Klasifikasi Sungai
Berdasarkan sumber airnya, sungai dibedakan menjadi:
-          sungai hujan
-          sungai campuran
-          sungai gletser
Berdasarkan tipenya
-          sungai anteseden
-          sungai epigenesist

3.      Rawa
Rawa merupakan cekungan yang lebih rendah daripada daerah sekitarnya   sehingga digenangi air
Berdasarkan sifat airnya, rawa dibedakan menjadi:
-          Rawa air tawar
-          Rawa air payau
-          Rawa air asin

BAB III
Penutup




Share this Article on :

0 comments:

 

© Indramayu Footballokers 2010 -2011 | Published by Benny Permana | Powered by Footballokers.