News Update :

Cuaca dan Iklim

Wednesday, 10 September 2014



Cuaca dan Iklim

1.Pengertian Cuaca dan Iklim

-Cuaca adalah Keadaan rata-rata atmosfer sehari-hari dan terjadi di daerah yang sempit dan singkat.
-Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dalam periode yang lama meliputi daerah yang luas

Unsur-unsur Cuaca dan Iklim
A. Suhu Udara
    Keadaan panas atau dinginnya udara

Faktor-faktor penyebab perbedaan suhu :
Sudut datang sinar matahari
Lamanya penyinaran matahari
Ketinggian tempat
Kejernihan Atmosfer
Jarak ke laut

B. Tekanan Udara
    Tekanan yang di berikan udara setiap satuan luas bidang datar dari permukaan bumi sampai batas atmosfer

C. Angin
    Udara yang bergerak karna adanya perbedaan tekanan udara antara satu tempat dan tempat yang lain.

2. Jenis Angin
 Angin Barat
 Angin Kutub
 Angin Pasat
 Angin Siklon
 Angin Anti Siklon
 Angin Musim
 Angin Darat dan Angin Laut
 Angin Lembah dan Angin Gunung
 Angin Fohn

D. Kelembapan Udara
    digunakan untuk menyatakan banyaknya kandungan uap air di dalam udara.

E. Perawanan
    Awan terbentuk akibat kondensasi, yaitu proses perubahan wujud dari uap air menjadi titik-titik air. Jadi,awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal-kristal es yang melayang-melayang di atmosfer.

1. Kelompok Awan Tinggi
    a. Sirus
    b. Sirokumulus
    c. Sirostratus

2. Kelompok Awan Sedang
    a. Altokumulus
    b. Altostratus

3. Kelompok Awan Rendah
    a. Stratokumulus   
    b. Status
    c. Nimbostratus

4. Kelompok Awan Dengan Perkembangan Vertikal
    a. Kumulus
    b. Kumulonimbus

 F. Curah Hujan
    Hujan adalah suatu peristiwa jatuhnya butir-butir air di dalam bentuk cair atau padat menuju bumi.
    a. Hujan Konveksi
    b. Hujan Orografis
    c. Hujan Frontal

Pembagian Iklim
1. Iklim Matahari
    Yaitu iklim yang didasarkan atas perbedaan panas matahari yang diterima permukaan bumi. Daerah-daerah yang berada pada lintang tinggi lebih sedikit memperoleh sinar matahari, sedangkan daerah yang terletak pada lintang rendah lebih banyak menerima sinar matahari, berdasarkan iklim matahari terbagi menjadi: iklim tropik; iklim sub tropik; iklim sedang dan iklim dingin.

2. Pembagian Iklim Menurut W.Koppen

Iklim A, yaitu iklim hujan tropis, dengan ciri temperatur bulanan rata-rata lebih dari 18 oC, suhu tahunan 20 oC – 25 oC dengan curah hujan bulanan lebih dari 60 mm.
Iklim B, yaitu iklim kering/gurun Dengan ciri curah hujan lebih kecil daripada penguapan, daerah ini terbagi menjadi Iklim stepa dan gurun.
Iklim C, yaitu iklim sedang basah Dengan ciri temperatur bulan terdingin -3 oC - 18 oC, daerah ini terbagai menjadi : Cs  (iklim sedang laut dengan musim panas yang kering) Cw (iklim sedang laut dengan musim dingin yang kering) Cf  (iklim sedang darat dengan hujan dalam semua bulan)
Iklim D, yaitu iklim dingin Dengan ciri temperatur  bulan terdingin kurang dari 3 oC dan temperatur bulan terpanas lebih dari 10 oC, daerah ini terbagi menjadi Dw, Df
Dw adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang  kering
Df adalah iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab.

Iklim E, yaitu iklim kutub. Dengan ciri bulan terpanas temperaturnya kurang dari 10 oC Daerah ini terbagi menjadi :
ET Iklim tundra
DF Iklim salju

3. Pembagian Iklim Menurut Schmidth-Ferguson

    Schmidt dan Ferguson membagi iklim berdasarkan banyaknya curah hujan pada tiap bulan yang dirumuskan sebagai berikut :

Di Indonesia terbagi menjadi 8 tipe Iklim :
A. kategori sangat basah, nilai Q = 0 – 14,3 %
B. kategori basah, nilai Q = 14,3 – 33,3 %
C. kategori agak basah nilai Q 33,3 – 60 %
D. kategori sedang, nilai Q = 60 – 100 %
E. kategori agak kering, nilai Q = 100 – 167 %
F. kategori kering, nilai Q = 167 – 300 %
G. kategori sangat kering, nilai Q = 300 – 700 %
H. kategori luar biasa kering, nilai Q = lebih dari 700 %

4. Pembagian Iklim Menurut Oldeman

Oldeman membagi iklim menjadi 5 tipe iklim yaitu :

Iklim A. Iklim yang memiliki bulan basah lebih dari 9 kali berturut-turut
Iklim B. Iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut
Iklim C. Iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut
Iklim D. Iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut

berdasarkan urutan bulan basah dan kering dengan ketententuan tertentu diurutkan sebagai berikut:

Bulan basah bila curah hujan lebih dari 200 mm
Bulan lembab bila curah hujan 100 – 200 mm
Bulan kering bila curah hujan kurang dari 100 mm

A : Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan. B : Jika terdapat 7 – 9 bulan basah berurutan. C : Jika terdapat 5 – 6 bulan basah berurutan. D : Jika terdapat 3 – 4 bulan basah berurutan. E : Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.
Pada dasarnya Kriteria bulan basah dan bulan kering yang dipakai Oldeman berbeda dengan yang digunakan oleh Koppen atau pun Schmidt – Ferguson Bulan basah yang digunakan Oldeman adalah sebagai berikut: Bulan basah apabila curah hujan lebih dari 200 mm. Bulan lembab apabila curah hujannya 100 - 200 mm. Bulan kering apabila curah hujannya kurang dari 100 mm.

5. Pembagian Iklim menurut Junghuhn

Zone iklim panas.Ketinggian 0 – 700 m, suhu rata-rata tahunan lebih 22 C ( padi, jagung, tebu dan kelapa).
Zone iklim sedang.Ketinggian 700-1500m, suhu rata-rata tahunan antara 15 – 22 C ( kopi, the, kina dan karet).
Zone iklim sejuk.Ketinggian.1500 – 2500, suhu rata-rata tahunan 11 C – 15 C (cocok tanaman holtikultura).
Zone iklim dingin.Ketinggian 2500 – 400m, dengan suhu rata-rata tahunan 11 C (zone ini tumbuhan yang ada berupa lumut).
Zone iklim salju tropis. Ketinggian lebih dari 400m dari permukaan laut, di daerah ini tidak terdapat tumbuhan.




D. Pola Hujan di Indonesia
1. Pola Ekuator
    2. Pola Munsun
    3. Pola Lokal


l1. Pola Ekuator
  2 Pola Munsun
  3. Pola Lokal

Share this Article on :

0 comments:

 

© Indramayu Footballokers 2010 -2011 | Published by Benny Permana | Powered by Footballokers.