News Update :

Makalah Keanekaragaman Hayati

Wednesday, 11 June 2014



M A K A L A H
Keanekaragaman Hayati
Diajukan untuk memenuhi tugas Biologi











Disusun Oleh
………………………….




SMA NEGERI 1 JATIBARANG
INDRAMAYU 2013/2014

BAB I
Pendahuluan

1.1  Pengertian Keanekaragaman Hayati
Keragaman hayati adalah istilah yang digunakan pertama kali oleh ilmuwan satwa liar dan pelestari Raymond F. Dasmann pada tahun 1968 meletakkan buku kesukaan Aneka Negara konservasi advokasi. Istilah ini banyak digunakan hanya setelah lebih dari satu dekade, ketika pada 1980-an itu datang ke dalam penggunaan umum dalam ilmu pengetahuan dan kebijakan lingkungan. Thomas Lovejoy, dalam kata pengantar buku Biologi Konservasi, memperkenalkan istilah untuk komunitas ilmiah. Sampai kemudian "keanekaragaman alam" istilah itu biasa, yang diperkenalkan oleh Divisi Ilmu dari The Nature Conservancy dalam studi 1975 yang penting, "Pelestarian Keanekaragaman Alam." Dengan program 1980 Ilmu awal TNC dan kepalanya, Robert E. Jenkins, Lovejoy dan ilmuwan konservasi terkemuka lainnya pada saat di Amerika menganjurkan penggunaan "keanekaragaman hayati"

Keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan dalam, mengingat ekosistem bioma spesies,, atau seluruh planet. Keanekaragaman hayati adalah ukuran dari kesehatan ekosistem. Keanekaragaman hayati adalah sebagian fungsi dari iklim

1.2  Definisi Keanekaragaman Hayati
Keragaman istilah biologi atau keanekaragaman hayati dapat memiliki banyak interpretasi. Hal ini paling sering digunakan untuk menggantikan istilah yang lebih jelas dan lama didirikan, keragaman spesies dan kekayaan spesies. Ahli biologi paling sering mendefinisikan keanekaragaman hayati sebagai "totalitas gen, spesies, dan ekosistem suatu daerah". Sebuah keuntungan dari definisi ini adalah bahwa tampaknya untuk menggambarkan keadaan paling dan menyajikan pandangan terpadu dari tiga tingkat tradisional di berbagai biologis yang telah diidentifikasi:
·         keanekaragaman jenis
·         ekosistem keanekaragaman
·         Keanekaragaman genetic

BAB II
Pembahasan

2.1 Tingkat Keanekaragaman Hayati
Periode sejak munculnya manusia telah menunjukkan pengurangan keanekaragaman hayati yang sedang berlangsung dan kerugian atas keragaman genetik. Dinamakan kepunahan Holocene, pengurangan ini disebabkan terutama oleh dampak manusia, terutama kerusakan habitat. Sebaliknya, keanekaragaman hayati dampak kesehatan manusia dalam berbagai cara, baik secara positif maupun negative.
Secara garis besar, keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkat, yaitu :
1.         Keanekaragaman gen
Setiap sifat organisme hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen), satu dari induk jantan dan lainnya dari induk betina. Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dalam satu jenis.
misalnya :
- variasi jenis kelapa : kelapa gading, kelapa hijau
- variasi jenis anjing : anjing bulldog, anjing herder, anjing kampung

Yang membuat variasi tadi adalah : Rumus : F = G + L
F = fenotip
G = genoti
L = lingkungan

Jika G berubah karena suatu hal (mutasi dll) atau L berubah maka akan terjadi perubahan di F. Perubahan inilah yang menyebabkan terjadinya variasi tadi.





2.         Keanekaragaman jenis (spesies)

Keanekaragaman ini lebih mudah diamati daripada Keanekaragaman gen. Keanekaragaman hayati tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya beraneka macam jenis mahluk hidup baik yang termasuk kelompok hewan, tumbuhan dan mikroba.
misalnya :
- variasi dalam satu famili antara kucing dan harimau. Mereka termasuk dalam satu famili(famili/keluarga Felidae) walaupun ada perbedaan fisik, tingkah laku dan habitat.

3.         Keanekaragaman ekosistem

Keanekaragaman tingkat ini dapat ditunjukkan dengan adanya variasi dari ekosistem di biosfir.
misalnya :
ekosistem lumut, ekosistem hutan tropis, ekosistem gurun, masing-masing ekosistem memiliki organisme yang khas untuk ekosistem tersebut. misalnya lagi, ekosistem gurun di dalamnya ada unta, kaktus, dan ekosistem hutan tropis di dalamnya ada harimau.

Ketiga macam keanekaragaman tersebut tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Ketiganya dipandang sebagai suatu keseluruhan atau totalitas yaitu sebagai keanekaragaman hayati.

2.2 Pengelompokkan Makhluk Hidup
Whitaker (1969) mengelompokkan mahluk hidup ke dalam lima kerajaan/regnum:

a. Regnum Monera
Monera merupakan golongan organisme yang bersifat prokariotik (inti selnya tidak memiliki selaput inti). Regnum ini dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1. Golongan bakteri (Schizophyta/Schizomycetes)
2. Golongan ganggang biru (Cyanophyta)

b. Regnum Protista
Protista merupakan organisme yang bersifat eukariotik (inti selnya sudah memiliki selaput inti). Pembentukan regnum ini diusulkan oleh Ernst Haeckel atas pertimbangan adanya organise-organisme yagn memiliki ciri tumbuhan (berklorofil) sekaligus memiliki ciri hewan (dapat bergerak). Yang termasuk dalam regnum ini adalah :
1. Protozoa
2. Ganggang bersel satu

c. Regnum Fungi (Jamur)
Fungi merupakan organisme uniseluler (bersel satu) dan multiseluler (bersel banyak) yang tidak berklorofil, fungi multiseluler dapat membentuk benang-benang yang disebut hifa. Seluruh anggota dari regnum ini bersifat heterotrof. Regnum ini dibagi menjadi beberapa divisi yaitu:
1. Oomycotina
2. Zygomycotina
3. Ascomycotina
4. Basidiomycotina
5. Deuteromycotina

d. Regnum Plantae (Tumbuhan Hijau)
Meliputi organisme bersel banyak (multiseluler) dan sel-selnya mempunyai dinding sel. Hampir seluruh anggota berklorofil sehinga sifatnya autotrof. Yang termasuk dalam Regnum Plantae adalah:
1. Ganggang bersel banyak (diluar ganggang biru)
2. Lumut (Bryophyta)
3. Paku-pakuan (Pteridophyta)
4. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

e. Regnum Animalia (Kerajaan Hewan)
Meliputi organisme bersel banyak, yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak berklorofil sehingga bersifat heterotrof. Yang termasuk regnum ini adalah filum:
1. Porifera
2. Coelenterata
3. Platyhelminthes
4. Nemathelminthes
5. Annelida
6. Echinodermata
7. Arthropoda
8. Chordata

2.3 Klarifikasi Tumbuhan
KLASIFIKASI TUMBUHAN

Anggota +/- 500.000 - 600.000 spesies
1.         ALGA/GANGGANG
            Dibagi dalam beberapa kelas:
a.         Chlorophyta: Ganggang Hijau
b.         Chrysophyta: Ganggang Keemasan
c.         Phaeophyta: Ganggang Pirang/Coklat
d.         Rhodophyta: Ganggang Merah.


2.         BRYOPHYTA: LUMUT
3.         PTERIDOPHYTA: PAKU-PAKUAN
            Dibagi menjadi beberapa kelas:
a.         Kelas Psilophytinae
b.         Kelas Equisetinae
c.         Kelas Lycopodinae
d.         Kelas Filicinae

 4.        SPERMATOPHYTA ATAU TUMBUHAN BERBIJI
            Menghasilkan biji sebagai alat berkembang biak, nama lainnya Embriophyta Siphonogamae (tumbuhan berembrio yang perkawinannya melalui suatu saluran) atau Antophyta (tumbuhan berbunga) atau Phanerogamae (alat kelaminnya tampak jelas yaitu berupa benang sari dan putik).

2.4 Klarifikasi Hewan
Dalam mengelompokkan hewan untuk takson filum para ahli biologi menggunakan beberapa karakteristik hewan, antara lain:
1.         Uniseluler atau multiseluler
2.         Diploblastik atau tripoblastik.
3.         Metameri atau non metameri.
4.         Asimetri, simetri radial atau simetri bilateral.
5.         Anggota tubuh berbuku-buku atau tidak.
6.         Mempunyai kerangka luar atau kerangka dalam.
7.         Mempunyai notokord atau tidak.
8.         Bentuk dan letak sistem organ.

Untuk klasifikasi hewan, yang dibahas hanya filum Chordata.
FILUM CHORDATA
ciri utama adalah (1) memiliki chorda dorsalis/notokord dan (2) tubuhnya simetris bilateral. Dibagi menjadi 4 subfilum :
1.         subfilum Hemichordata
2.         subfilum Tunicata/Urochordata
3.         subfilum Cephalochordata
4.         subfilum Vertebrata

Subfilum Vertebrata dibagi menjadi beberapa kelas:
1.         Kelas Agnatha            : Ikan tidak berahang
2.         Chondrichtyes             : Ikan bertulang rawan
3.         Osteichtyes     : Ikan bertulang sejati
4.         Amphibi          : katak dan salamander
5.         Kelas Reptil    : hewan melata
6.         Kelas Aves      : unggas
7.         Kelas Mamalia            : hewan menyusui

Contoh : Klasifikasi kucing
Regnum = Animalia, Filum = Chordata, Subfilum = Vertebrata, Kelas = Mamalia, Ordo = Carnivora, Famili = Felidae, Genus = Felis, Species = Felis domestica (Kucing)









PENUTUP

Share this Article on :

0 comments:

 

© Indramayu Footballokers 2010 -2011 | Published by Benny Permana | Powered by Footballokers.