News Update :

Kebijakan Pemerintah Tentang Kenaikan BBM

Sunday, 25 March 2012


 Kebijakan Pemerintah Tentang Kenaikan BBM
Bahan bakar minyak sebagai komoditas penting yang digunakan hampir setiap orang, harganya dapat memengaruhi kinerja ekonomi Indonesia. Oleh karena itu penetapan harga bahan bakar minyak sangat penting.
Permintaan BBM di Pasar
      BBM adalah barang yang bersifat inelastis
      Berapapun harganya masyarakat akan tetap membeli dengan jumlah yang relatif sama
       Ini adalah ciri barang yang menguasai hajat hidup orang banyak

Menjelang rencana pemerintah menaikkan harga BBM pada bulan April mendatang, gelombang demonstrasi menolak kenaikan harga BBM pun sepertinya semakin meninggi. Hampir setiap hari saat ini aksi demonstrasi dapat kita lihat di seluruh pemberitaan media. Muncul sebuah pertanyaan sejauh mana pengaruh gelombang demonstrasi tersebut dalam mempengaruhi rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM. Melihat fenomena demonstrasi di tahun-tahun sebelumnya dengan rencana kebijakan yang substansinya juga sama, nyaris suara para aktivis melalui gerakan parlemen jalanannya nyaris tak dipedulikan oleh pemerintah. Harga BBM tetap saja naik. Mengapa?
Ini tentunya menjadi pertanyaan yang menarik sebab idealnya dalam tatanan sistem politik demokrasi aksi tuntutan atau penolakan sudah idealnya memang didengarkan, bahkan menjadi perhatian oleh kalangan eksekutif pemerintahan sebagai pengambil kebijakan. Apakah ini dikarenakan gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa selama ini memang tidak kompak dalam membangun koalisi gerakan atau memang karena pemerintah sudah tidak peduli lagi dengan nasib dan penderitaan masyarakat.



Perkembangan harga

Harga eceran BBM bersubsidi

Bahan bakar minyak bersubsidi terdiri dari 3 jenis yang diperuntukkan bagi konsumen eceran.
Berlaku
Harga (Rupiah per liter)
Tahun
Tanggal
Bensin premium
Minyak solar
Minyak tanah
5.000,00
4.500,00
2.500,00
5.000,00
4.800,00
2.500,00

5.500,00
5.500,00
2.500,00

6.000,00
5.500,00
2.500,00
4.500,00
4.300,00
2.000,00

2.400,00
2.100,00
2.200,00
1.810,00
1.650,00
1.800,00

1.810,00
1.890,00
1.970,00

1 Desember 2008

Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38 Tahun 2008[1], pemerintah menurunkan harga jual eceran BBM jenis bensin premium, minyak solar, dan minyak tanah. Permen ini juga menetapkan harga jual eceran BBM jenis tersebut akan dievaluasi setiap bulan dan menetapkan batas atas untuk bensin premium sebesar Rp 6.000 per liter dan minyak solar Rp 5.500 per liter. Berdasarkan permen ini, setelahnya, harga jual eceran bensin premium dan minyak solar kembali mengalami penurunan pada 15 Desember 2008 dan 15 Januari 2009.

1 Oktober 2005

Pada 1 Oktober 2005 pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak di Indonesia sebanyak 80%. Keputusan ini diharapkan dapat menekan pengeluaran pemerintah untuk subsidi tahun fiskal 2005 sebanyak 89,2 trilyun rupiah dan menahan defisit negara 24,9 trilyun rupiah, atau sekitar 0,9% PDB negara.
Pemerintah mendapatkan tentangan karena sebelumnya telah menyatakan bahwa kenaikan Maret 2005 sebanyak 29% merupakan kenaikan harga bahan bakar terakhir tahun ini.
Kenaikan pada 1 Oktober ini sebagai berikut:
Jenis bahan bakar
Harga lama
Harga baru
Kenaikan
700
2.000
185,7%
2.400
4.500
87,5%
2.100
4.300
104,8%

1 Maret 2005

Kenaikan harga BBM pada 1 Maret sebagai berikut:
Jenis bahan bakar
Harga lama
Harga baru
Kenaikan
1.810
2.400
32,5%
1.650
2.100
27%

 
Kebijakan Pemerintah Dalam Bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Kenaikan BBM dan BLT adalah Kebijakan Pemerintah
Kebijakan Kenaikan BBM bersubsidi yang akan di tetapkan pada 01 April 2012 mendapatkan pertentangan keras dari berbagai elemen masyarakat, kebijakan ini belum diterapkan namun sudah menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari naiknya harga pangan hingga maraknya aksi penimbunan BBM hampir di seluruh daerah. Keadaan ini semakin memperburuk keadaan, dan tampaknya pemerintah memang belum siap baik dalam antisipasi ataupun persiapan kenaikan harga BBM itu sendiri.
Naiknya Harga BBM disebabkan melonjaknya Harga minyak mentah di pasar international yang terus menanjak hingga lebih dari 104, 70 dollar AS per barel, dipicu oleh memanasnya suasana di Iran dan Timur Tengah yang notabene negara penghasil minyak di dunia.
Kenaikan harga minyak mentah dunia tersebut berdampak pada pembengkakan APBN di mana pada APBN 2012 harga minyak diasumsikan 95 dollar AS per barel. Pemerintah Berasumsi tidak semua rakyat kecil dapat menikmati Subsidi BBM. Subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh pabrik-pabrik, industri-industri besar ataupun dinikmati oleh orang-orang kaya meskipun pemerintah sudah melaksanakan program subsidi langsung ke rakyat kecil.
Menurut Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar Satya W Yudha Jika Pemerintah jadi menaikkan harga BBM menjadi Rp6.000, - negara akan menghemat (subsidi BBM) 57 triliun, tapi 12 bulan. Dikurangi 4 bulan itu sekitar 38 triliun. sebesar 25 Triliun dari hasil penghematan akan digunakan untuk BLT, sehingga sisa penghematan diperkirakan hanya sekitar 13 Triliun saja.
BLT dinilai sebagai solusi praktis pemerintah untuk melepas tanggung jawab kepada rakyatnya. karena BLT hanya dilakukan untuk jangka waktu yang singkat atau beberapa bulan saja, lalu pemerintah akan lepas tangan dan menyerahkan semua keadaan ekonomi kepada pasar. dalam hal ini pasar yang di dominasi oleh asing.

Dampak dari rencana pemerintah menaikkan harga BBM sudah terasa sebelum kebijakan itu diberlakukan. mulai dari penimbunan BBM di berbagai daerah, hingga naiknya harga pangan di pasaran adalah bukti pemerintah tidak siapnya pemerintah untuk mengantisipasi atau memberi solusi dari kebijakan yang akan ditetapkan.
Analisis pemerintah bahwa BBM bersubsidi lebih banyak di konsumsi oleh orang-orang kaya perlu dikaji ulang. mobil dan motor saat ini tidak dapat dijadikan alat legitimasi orang-orang mampu. pada kenyataannya di tengah maraknya usaha kredit kendaraan bermotor memudahkan masyarakat untuk mempunyai motor dan mobil. mulai dengan Down Payment (DP) Rp500ribu hingga tanpa DP mudah sekali untuk didapatkan. pada kenyataannya peningkatan kendaraan bermotor di indonesia setelah maraknya sistem kredit pada pembelian kendaraan bermotor. Sehingga perlu dikaji kembali apakah mobil dan motor pribadi yang ada di indonesia bisa menjadi alat legitimasi kekayaan seseorang.
BLT kebijakan Neoliberal
Carlos Vilas, seorang sosiolog di National Autonomous University of Mexico (UNAM), menyebut program semacam BLT ini adalah “kebijakan sosial neoliberal”.
Menaikkan harga BBM ini adalah pelaksanaan dari neoliberalisme migas dengan cara menyerahkan harga BBM kepada Mekanisme Pasar. Menjadikan BLT untuk menyembunyikan kebijakan neoliberal ini hanyalah dalih (baca: kebohongan) Pemerintah. Sudah Menjadi Rutinitas semua rakyat Indonesia Pemerintah selalu menjelaskan, kenaikan BBM dilakukan untuk mengurangi penggunaan BBM bersubsidi oleh orang kaya, seperti yang pernah JK jelaskan “bahwa kenaikan BBM dimaksudkan agar pemerintah tidak mensubsidi orang kaya”. Pada kenyataannya belum ada penelitian ilmiah yang membenarkan pernyataan tersebut, sampai saat ini itu semua hanyalah bentuk propaganda pemerintah untuk meyakinkan rakyatnya untuk menaikkan harga BBM. Dengan adanya BLT seakan akan pertolongan yang dilakukan pemerintah dalam mengurangi kemiskinan, menyulap kenaikan BBM agar menguntungkan rakyat miskin.


Kesimpulan
Rencana pemerintah dalam upaya menaikkan harga BBM sama seperti saat kenaikkan pada periode lalu, banyak menuai protes dan demo dari berbagai kalangan. Seperti Mahasiswa, Masyarakat kecil, petani dan buruh pada umumnya. Kekuasaan dan keputusan ada pada pemerintah dengan segala kebijakannya, hanya saja terkadang hanya ketimpangan yang di dapatkan bagi masyarakat kecil. BBM adalah barang yang bersifat inelastis, dijaman sekarang kebutuhan akan BBM semakin meningkat, semua roda kehidupan, terutama perekonomian tak lepas dari pengaruh BBM. Berapapun harganya permintaan dan penggunaan BBM akan terus meningkat, tanpa BBM perekonomian mungin akan lumpuh.
Yang menjadi perhatian bagi masyarakat kecil dan berpenghasilan rendah adalah seiring dengan kenaikan BBM sudah dipastikan akan naik dan melonjak semua harga kebutuhan pokok sehari-hari, sedangkan jika penghasilan tetap maka kebutuhan tidak tercukupi. Dan kebijakan pemerintah dalam hal ini kenaikan harga BBM adalah BLT yang diberikan langsung kepada warga/masyarakat umumnya yang tergolong penghasilan rendah. Dan apakah dengan subsidi atau BLT yang diberikan dapat mengganti semua kebutuhan yang melonjak akibat kenaikan harga BBM. Jawabannya tentu TIDAK CUKUP. Hanya saja bantuan dan subsidi tersebut diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan dan beban terhadap kebutuhan sehari-harinya.
Share this Article on :

0 comments:

 

© Indramayu Footballokers 2010 -2011 | Published by Benny Permana | Powered by Footballokers.